Beberapa hari ini media di Indonesia khususnya media online dihebohkan dengan
berita Kapal Perang Indonesia di torpedo oleh kapal asing di perairan Belawan,
Medan, Sumatera Utara. Sehingga banyak spekulasi yang beredar di dunia internet
tentang apa sebenarnya yang terjadi.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto,
mengungkapkan, KRI Pati Unus-384 bocor di bagian lambungnya, di alur perairan
Belawan, Sumatera Utara.
Markas Besar TNI AL membantah KRI Pati Unus-384 diserang negara lain di
perairan Belawan, Sumatera Utara.
"Kebocoran terjadi ketika lambung kiri haluan kapal terkena sesuatu benda
di bawah permukaan air," kata Sucipto, Jakarta, Selasa (31/05/2016). Ia pun tidak merinci jenis benda penyebab kebocoran lambung KRI Pati Unus-384
itu. "Saat ini, komandan dan seluruh anak buah kapal KRI Pati Unus bersama
personel Dinas Penyelaman Bawah Air dan Pangkalan Utama TNI AL I,
Belawan, tengah mengatasi kebocoran itu," ujarnya.
Akan tetapi, upaya tersebut terkendala mengingat posisi kapal berada di area
permukaan yang terbuka sehingga pengaruh angin gelombang dapat memengaruhi
pekerjaan menutup bagian bawah kapal yang bocor.
Sanggahan dari pihak TNI AL setidaknya mampu menjawab rasa penasaran
masyarakat Indonesia tentang apa yang terjadi terhadap KRI Pati Unus dengan no
lambung 384 tersebut. Walaupun bagi sebagian orang hal tersebut tetap
menimbulkan rasa penasaran, mengingat KRI Pati Unus dilengkapi dengan radar
canggih yang mustahil tidak mendeteksi keberadaan bangkai kapal yang ada di
daerah pelayarannya.
Jika bangkai kapal saja tidak terdeteksi, bagaimana
dengan kapal selam musuh yang dilengkapi dengan perangkat yang lebih canggih
dari sekedar bangkai kapal ?






0 komentar:
Posting Komentar